· Trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27), dan


Download 22.94 Kb.
Sana09.06.2023
Hajmi22.94 Kb.
#1475566

Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam 3 trimester, yaitu :
· Trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu,
· Trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27), dan
· Trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40). (Prawirohardjo. 2014)
Tanda-tanda presumtif adalah perubahan fisiologik pada ibu atau seorang perempuan yang mengindikasikan bahwa ia telah hamil. Tanda-tanda tidak pasti atau terduga hamil adalah perubahan anatomik dan fisiologik selain dari tanda-tanda presumtif yang dapat dideteksi atau dikenali oleh pemeriksa. Tanda-tanda pasti kehamilan adalah data atau kondisi yang mengindikasikan adanya buah kehamilan atau bayi yang diketahui melalui pemeriksaan dan direkam oleh pemeriksa (misalnya denyut jantung janin, gambaran sonogram janin, dan gerakan janin). (Prawirohardjo. 2014)

a. Tanda – tanda presumtif


1) Amenorea (terlambat datang bulan)
Kehamilan menyebabkan dinding dalam uterus (endometrium) tidak dilepaskan sehingga amenore atau tidak datangnya haid dianggap sebagai tanda kehamilan. Namun, hal ini tidak dapat dianggap sebagai tanda pasti kehamilan karena amenore dapat juga terjadi pada beberapa penyakit kronik, tumor hipofise, perubahan faktor-faktor lingkungan, malnutrisi dan (yang paling sering) gangguan emosional terutama pada mereka yang tidak ingin hamil atau malahan mereka yang ingin sekali hamil (dikenal dengan pseudocyesis atau hamil semu). (Prawirohardjo. 2014)
2) Mual dan muntah
Pengaruh estrogen dan progesteron menyebabkan pengeluaran asam lambung yang berlebihan. Biasanya terjadi pada bulan – bulan awal kehamilan dan akan berakhir pada akhir triwulan pertama. Hal ini biasanya terjadi pada pagi hari atau sering disebut dengan morning sickness of pregnancy, namun bila terlampau sering dapat mengakibatkan gangguan kesehatan disebut dengan hiperemesis gravidarum. Hiperemesis pada kehamilan digolongkan normal apabila terjadinya tidak lebih dari trimester pertama. ( Prawirohardjo. 2014 ; Yulianingtiyas. 2014)
3) Mengidam
Mengidam biasanya terjadi bulan – bulan pertama dan akan hilang sesuai bertambah tuanya usia kehamilan. (Yulianingtiyas. 2014)
4) Sinkope atau pingsan
Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala menyebabkan adanya iskemia susunan saraf pusat dan menimbulkan sinkope atau pingsan. (Yulianingtiyas. 2014)
5) Pigmentasi kulit
Terjadi pada kehamilan usia 12 minggu ke atas. Walaupun tidak diketahui secara pasti pigmentasi kulit terjadi akibat efek stimulasi melanosit yang dipicu oleh peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Bagian kulit yang paling sering mengalami hiperpigmentasi adalah puting susu dan areola di sekitarnya serta umumnya pada linea mediana abdomen, payudara, bokong, dan paha. Chloasma gravidarum adalah hiperpigmentasi pada area wajah (dahi, hidung, pipi, dan leher). Area atau daerah kulit yang mengalami hiperpigmentasi akan kembali menjadi normal setelah kehamilan berakhir. Pengecualian terjadi pada striae di mana area hiperpigmentasi akan memudar tetapi guratan pada kulit akan menetap dan berwarna putih keperakan. (Prawirohardjo, Sarwono. 2014; Yulianingtiyas. 2014)
6) Anoreksia atau tidak ada selera makan
Biasanya terjadi pada bulan – bulan pertama kehamilan tetapi setelah itu nafsu makan kembali. (Yulianingtiyas. 2014)
7) Epulis (hipertropi dari pupil gusi)
Biasanya terjadi pada trimester I karena adanya hipertrofi papilla ginggivae / hipertrofi gusi.( Yulianingtiyas. 2014)
8) Varices
Karena pengaruh hormon estrogen dan progesteron sehingga terjadi penampakan pembuluh darah vena. (Yulianingtiyas. 2014)
9) Payudara membesar dan tegang
Secara spesifik, estrogen akan merangsang pertumbuhan sistem penyaluran air susu dan jaringan payudara. Progesteron berperan dalam perkembangan sistem alveoli kelenjar susu. Hipertrofi alveoli yang terjadi sejak 2 bulan pertama kehamilan menyebabkan sensasi nodular pada payudara. Chorionic somatotropin dan kedua hormon ini menyebabkan pembesaran payudara yang disertai dengan rasa penuh atau tegang dan sensitif terhadap sentuhan (dalam dua bulan pertama kehamilan), pembesaran puting susu dan pengeluaran kolostrum (mulai terlihat atau dapat diekspresikan sejak kehamilan memasuki usia 12 minggu). (Prawirohardjo. 2014)
10) Sering kencing
Pada awal kehamilan karena ada desaka rahim ke depan, kandung kemih cepat terasa penuh dan sering miksi. Pada trimester II sudah mulai menghilang karena uterus yang membesar keluar dari rongga panggul. Pada trimester III gejala ini muncul kembali karena janin mulai masuk ke ruang panggul dan menekan kembali kandung kencing. (Yulianingtiyas. 2014)
11) Obstipasi
Pengaruh progesteron dapat menghambat peristaltik usus dan menyebabkan kesulitan untuk buang air besar. (Yulianingtiyas. 2014)

b. Tanda terduga hamil


1) Pembesaran uterus
Perubahan anatomik yang paling nyata pada ibu hamil. Peningkatan konsentrasi hormon estrogen dan progesteron pada awal kehamilan akan menyebabkan hipertrofi miometrium. Hipertrofi tersebut dibarengi dengan peningkatan yang nyata dari jaringan elastin dan akumulasi dari jaringan fibrosa sehingga struktur dinding uterus menjadi lebih kuat terhadap regangan dan distensi. Hipertrofi miometrium juga disertai dengan peningkatan vaskularisasi
dan pembuluh limfatik. Peningkatan vaskularisasi, kongesti, dan edema jaringan dinding uterus dan hipertrofi kelenjar serviks menyebabkan berbagai perubahan yang dikenali sebagai tanda Chadwick, Goodell, dan Hegar. (Prawirohardjo. 2014)
2) Pada pemeriksaan dijumpai :
a) Tanda hegar (ismus uteri mengadakan hipertropi sehingga lebih lunak dan lebih panjang) (Yulianingtiyas. 2014)
b) Tanda braxton hicks (kontraksi tidak teratur yang tidak menimbulkan rasa nyeri pada waktu pemeriksaan). (Yulianingtiyas. 2014)
c) Tanda piscasek
Uterus membesar ke salah satu jurusan sehingga menonjol jelas kejurusan tersebut. (Yulianingtiyas. 2014)
d) Tanda goodell
Pelunakkan serviks dikarenakan pembuluh darah dalam serviks bertambah dan karena timbulnya edema dari serviks dan hiperplasia kelenjar – kelenjar serviks. (Yulianingtiyas. 2014)
e) Tanda chadwicks
Peningkatan vaskularisasi yang menimbulkan warna ungu kebiruan pada mukosa vagina, vulva, dan serviks akibat meningkatnya hormon estrogen. (Yulianingtiyas. 2014)
f) Teraba ballotement
Adalah gerakan janin yang belum engaged, teraba pada minggu ke 10 – 18. Fenomena bandul atau pantulan balik yang disebut dengan ballottement juga merupakan tanda adanya janin di dalam uterus. Hal ini dapat dikenali dengan jalan menekan tubuh janin melalui dinding
abdomen yang kemudian terdorong melalui cairan ketuban dan kemudian memantul balik ke dinding abdomen atau tangan pemeriksa. Fenomena bandul jenis ini disebut dengan ballottement in toto. Jenis lain dari fenomena bandul adalah ballottement kepala yaitu hanya
kepala janin yang terdorong dan memantul kembali ke dinding uterus atau tangan pemeriksa setelah memindahkan dan menerima tekanan balik cairan ketuban (volume relatif lebih besar dibandingkan tubuh janin) di dalam kavum uteri. (Yulianingtiyas. 2014; Prawirohardjo.
2014).
3) Pembesaran dinding abdomen
Pembesaran dinding abdomen sering dianggap sebagai tanda dari terjadinya kehamilan. Pembesaran tersebut terkaitkan dengan terjadinya pembesaran uterus di rongga abdomen. Penonjolan dinding abdomen biasanya dimulai pada usia kehamilan 16 minggu di mana uterus beralih dari organ pelvik menjadi organ abdomen. Penonjolan dinding abdomen lebih nyata pada ibu hamil dengan posisi berdiri jika dibandingkan dengan posisi berbaring.
(Prawirohardjo. 2014)

c. Tanda pasti kehamilan (Yulianingtiyas. 2014)


1) Teraba bagian – bagian janin dan dapat dikenal bagian – bagian janin
2) Terdengar dan dapat dicatat bunyi jantung bayi
3) Dapat dirasakan gerakan janin (quickening)
4) Pada pemeriksaan dengan sinar rontgen tampak kerangka janin.
5) Dengan alat USG dapat diketahui kantung janin, panjang janin, dan dapat diperkirakan usia kehamilan serta dapat menilai pertumbuhan janin.

d. Diagnosis banding kehamilan.


1) Hamil palsu (pseudosiesis) atau kehamilan spuria. Dijumpai tanda dugaan hamil tetapi dengan alat canggih dan tes biologis tidak menunjukan kehamilan.
2) Tumor kandungan atau mioma uteri. Terdapat pembesaran rahim, tetapi tidak disertai tanda hamil. Bentuk pembesaran tidak merata. Perdarahan banyak saat menstruasi.
3) Kista ovarium. Pembesara perut tetapi tidak disertai tanda hamil dan menstruasi terus berlangsung. Lamanya pembesaran perut melampaui usia kehamilan. Pemeriksaan tes biologis kehamilan dengan hasil negatif.
4) Hematometra. Terlambat datang bulan yang dapat melampaui usia kehamilan. Perut terasa nyeri setiap bulan. Terjadi penumpukan darah dalam rahim. Tanda dan pemeriksaan kehamilan tidak menunjukkan hasil yang positif karena himen in perforata. Kandung kemih yang penuh. Dengan melakukan kateterisasi maka pembesaran perut akan menghilang. (Yulianingtiyas. 2014)
SUMBER:
Yulianingtiyas, Dewi. 2014. Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Kehamilan,
Persalinan, Bayi Baru Lahir, Nifas Dan Masa Antara (Kb) Pada Ny. I Gip0a0 Di Kabupaten
Banyumas. Diploma Thesis, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.


Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kandungan Edisi Keempat. Jakarta: PT Bina Pustaka.
Download 22.94 Kb.

Do'stlaringiz bilan baham:




Ma'lumotlar bazasi mualliflik huquqi bilan himoyalangan ©fayllar.org 2024
ma'muriyatiga murojaat qiling