Himpunan Entitas Lemah tidak memiliki primary key dan selalu bergantung pada entitas lain


Download 445 b.
Sana28.07.2017
Hajmi445 b.



Himpunan Entitas Lemah tidak memiliki primary key dan selalu bergantung pada entitas lain.

  • Himpunan Entitas Lemah tidak memiliki primary key dan selalu bergantung pada entitas lain.

  • Notasi entitas lemah adalah doble persegi panjang, sedangkan relasinya double diamond.

  • Diskriminator / key parsial adalah atribut – atribut yg dpt membedakan entitas – entitas yang terdapat di himpunan entitas lemah.

  • Primary key pada Himpunan Entitas lemah ada 2 yaitu primary key dari entitas kuat yg berelasi dan diskriminator / key parsialnya.



Diskriminator digambarkan sebagai garis bawah yang terputus-putus.

  • Diskriminator digambarkan sebagai garis bawah yang terputus-putus.



Entitas lemah digambarkan sebagai entitas yang tidak bisa berdiri sendiri, entitas tsb harus bergantung pada entitas lain.

  • Entitas lemah digambarkan sebagai entitas yang tidak bisa berdiri sendiri, entitas tsb harus bergantung pada entitas lain.

  • Cth di slide depan menjelaskan bahwa orang yang menerima tunjangan tidak akan ada jika tidak ada pegawai.



Merupakan proses desain top-down; dengan mendesain subgrouping didalam himpunan entitas yang berbeda dari himpunan entitas

  • Merupakan proses desain top-down; dengan mendesain subgrouping didalam himpunan entitas yang berbeda dari himpunan entitas

  • Subgrouping ini menjadi himpunan entitas yang levelnya lebih rendah dan memiliki atribut yang tidak dimiliki pada level atasnya.

  • Di notasikan dengan segi tiga berlabel IS A

  • Sifat dari spesialisasi adalah inheritan atribut yaitu atribut pada level tinggi akan di turunkan pada level di bawahnya.





Merupakan proses desain bottom-up; mengkombinasikan jumlah himpunan entitas yang digunakan secara bersama-sama

  • Merupakan proses desain bottom-up; mengkombinasikan jumlah himpunan entitas yang digunakan secara bersama-sama

  • Spesialisasi dan Generalisasi merupakan kebalikan yang sederhana satu sama lain.

  • IS-A merujuk pada relasi superclass dan subclass



Agregasi adalah enkapsulasi dari entitas entitas yang berelasi (*n-n). Enkapsulasi di perlukan karena kedua entitas yang berelasi tersebut merupakan 1 kesatuan yang tidak bisa di pisah.

  • Agregasi adalah enkapsulasi dari entitas entitas yang berelasi (*n-n). Enkapsulasi di perlukan karena kedua entitas yang berelasi tersebut merupakan 1 kesatuan yang tidak bisa di pisah.

  • Notasi aggregasi adalah Persegi Panjang yang membungkus entitas-entitas yg berrelasi.



Contoh di atas menggambarkan bahwa Mahasiswa hanya mengambil mata kuliah yang sudah ada dosennya. Mahasiswa tidak bisa mengambil mata kuliah yang tidak ada dosennya.

  • Contoh di atas menggambarkan bahwa Mahasiswa hanya mengambil mata kuliah yang sudah ada dosennya. Mahasiswa tidak bisa mengambil mata kuliah yang tidak ada dosennya.

  • Efek dari enkapsulasi tsb adalah relasi Dosen Mengajar Mata Kuliah di pandang sebagai 1 entitas.









Dari diagram ER dapat langsung di turunkan menjadi sekumpulan tabel dengan aturan seperti berikut :

  • Dari diagram ER dapat langsung di turunkan menjadi sekumpulan tabel dengan aturan seperti berikut :

    • Setiap Entitas menjadi 1 Tabel
    • Setiap atribut entitas menjadi kolom di tabel
    • Kardinalitas relasi akan menentukan jumlah tabel yang terbentuk


Himpunan Strong Entity diturunkan ke dalam tabel dengan atribut yang sama.

  • Himpunan Strong Entity diturunkan ke dalam tabel dengan atribut yang sama.

  • Cth Entitas Mahasiswa -> Tabel Mahasiswa



Atribut komposit akan dipecah dengan membuat atribut terpisah untuk masing masing komponennya.

  • Atribut komposit akan dipecah dengan membuat atribut terpisah untuk masing masing komponennya.

    • Cth atribut nama Pada Tabel mahasiwa, di pecah menjadi 2 kolom yaitu nama depan dan nama belakang.
  • Atribut multivalued mengharuskan untuk di pecah menjadi 2 Tabel. Atribut multivalued M dari entitas E direpesentasikan oleh tabel terpisah EM.





Himpunan Weak Entiy akan menjadi tabel tersendiri yang didalamnya ada kolom primary key yang merupakan identifikasi dari strong entity.

  • Himpunan Weak Entiy akan menjadi tabel tersendiri yang didalamnya ada kolom primary key yang merupakan identifikasi dari strong entity.



Relasi dari Himpunan Banyak ke Banyak direpresentasikan kedalam Tabel tersendiri dengan primary key dari 2 Entitas menjadi atribut di Tabel Relasi.

  • Relasi dari Himpunan Banyak ke Banyak direpresentasikan kedalam Tabel tersendiri dengan primary key dari 2 Entitas menjadi atribut di Tabel Relasi.





1 ke 1 -> Pilih 1 primary key di 1 Entitas untuk mjd foreign key bagi

  • 1 ke 1 -> Pilih 1 primary key di 1 Entitas untuk mjd foreign key bagi

  • Entitas Lain.

  • 1 ke N dan N ke 1

  • -> Primary key Tabel berkardinalitas sedikit mjd foreign key pada Tabel berkardinalitas banyak.

  • N ke N

    • -> Relasi menjadi Tabel dengan Primary key pada 2 Entitas menjadi foreign key di tabel relasi.


Metoda 1

  • Metoda 1

    • Bentuklah tabel untuk level entitas yg lebih tinggi
    • Bentuklah tabel untuk level entitas yg lebih rendah (* dengan memasukkan primary key pada level yg lebih tinggi)


Metoda 2

  • Metoda 2

    • Bentuklah tabel untuk tiap himpunan entitas dengan semua atribut lokal dan turunan.
    • Bisa jadi tabel pada level tinggi tidak perlu di simpan jika spesialisasi adalah total. Jika diperlukan bisa dibuat view yang menggabungkan tabel tabel spesialisasi.


Untuk merepresentasikan agregasi, buatlah tabel yang terdiri dari :

  • Untuk merepresentasikan agregasi, buatlah tabel yang terdiri dari :

    • Foreign key dari himpunan entitas yang berhubungan
    • Setiap atribut deskriptif
    • Atribut baru untuk primary key di tabel relasi








  • Terima Kasih




Download 445 b.

Do'stlaringiz bilan baham:




Ma'lumotlar bazasi mualliflik huquqi bilan himoyalangan ©fayllar.org 2020
ma'muriyatiga murojaat qiling