Pendahuluan


Download 479 b.
Sana26.08.2017
Hajmi479 b.



Pendahuluan

  • Pendahuluan

  • Protein merupakan polipeptida ber BM 

  • Makna biomedis yg penting

    • Kwashiorkor jika makanan anak hanya mengandung pati yg kurang mengandung protein
    • Marasmus jika masukan kalori maupun asam amino spesifik kurang.






Secara nutrisi

          • Secara nutrisi
  • ESENSIAL NON ESENSIAL

  • 1. Arginin * (Arg) R 7 Alanin (Ala) A 1

  • 2. Histidin * (His) H 6 Asparagin (Asn) N 1

  • 3. Isoleusin (Ile) I 8 Aspartat (Asp) D 1

  • 4. Leusin (leu) L 3 Sistein (Cys) C 2

  • 5. Lisin (Lys) K 8 Glutamat (Glu) E 1

  • 6. Metionin (Met) M 5 Glutamin (Gln) Q 1

  • 7. Fenilalanin (Phe) F 10 Glisin (Gly) G 1

  • 8. Treonin (Thr) T 6 Prolin (Pro) P 3

  • 9. Triptofan (Trp) W 5 Serin (Ser) S 3

  • 10. Valin (Val) V 1 Tirosin (Tyr) Y 1

  • 59 + Hidroksi prolin (Hyp)

  • + Hidroksi lisin (Hyl)

  • 17



* Secara nutrisi semiesensial

  • * Secara nutrisi semiesensial

    • Disintesa dgn kecepatan yg kurang memadai untuk mendukung pertumbuhan pada anak.
    • HIdroksi prolin & Hidroksi lisin
    • Tidak diperlukan untuk sintesa protein
  • - tetapi terbentuk selama pemprosesan pasca translasi kolagen (protein yg paling berlimpah jumlahnya pd jar. tubuh mamalia)



3 mekanisme pembentukan asam amino nonesensial (a.amino yg dpt disintesa oleh manusia ) yaitu

  • 3 mekanisme pembentukan asam amino nonesensial (a.amino yg dpt disintesa oleh manusia ) yaitu

    • asimilasi dari amonia bebas
    • transaminasi : reaksi yg menyangkut pemindahan gugus -amino dr asam amino ke  - karbon asam keto, mmbtk a. amino dan a.keto baru mis :alanin, glutamat, aspartat.
    • modifikasi rangka karbon dari asam amino yg ada misal sistein, glisin, tirosin, prolin


Glutamat

  • Glutamat

  • - Reaksi aminasi reduktif  ketoglutarat dikatalisis oleh glutamat dehidrogenase

  • Glutamin

  • - Biosintesa glutamin dari glutamat dikatalisis oleh glutamin sintetase





3. Alanin dan Aspartat

  • 3. Alanin dan Aspartat

  • Transaminasi piruvat menjadi L alanin. Pada alanin ini donor amino dapat dari glutamat maupun aspartat. Aspartat berasal dariTransaminasi Oksalo asetat.



. ASPARTAT

  • . ASPARTAT

  • Aspartat menerima gugus amida dr glutamin untuk membentuk asparagin



SERIN

  • SERIN

  • Serin dibentuk dari senyawa glikotik D-3-fosfogliserat. Gugus -hidroksi direduksi menjadi gugus okso oleh NAD+, kemudian mengalami transaminasi menbentuk fosfo serin selanjutnya mengalami defosfo membentuk serin.



Glisin disintesa dari

  • Glisin disintesa dari

  • a. Glioksilat, glutamat atau alanin yang dikatalisis oleh glisin transaminase yang terdapat pada sitosol hati.

  • b. Serin lewat reaksi serin hidroksi metil transferase, reaksi nya bersifat reversibel

  • c. kolin



Kolin lewat reaksi oleh kolin oksidase menjadi betain aldehid, kemudian oleh betain aldehide dehidrogenase menjadi betain kemudian menjadi dimetil glisin, dimetil glisin oleh dimetil oksidase dan sarkosin oksidase menjadi glisin.

  • Kolin lewat reaksi oleh kolin oksidase menjadi betain aldehid, kemudian oleh betain aldehide dehidrogenase menjadi betain kemudian menjadi dimetil glisin, dimetil glisin oleh dimetil oksidase dan sarkosin oksidase menjadi glisin.



PROLIN

  • PROLIN

  • Biosintesa prolin dari glutamat

  • Mell pembalikan reaksi

  • katabolisme prolin



SISTEIN (non essensial)

  • SISTEIN (non essensial)

  • metionin (esensial)

  • serin (non esensial)



TIROSIN

  • TIROSIN

  • Tirosin di btk oleh fenilalanin (a.a. esensial)

  • Reaksi : Fenilalanin hidroksilasi

  • I. Mengkatalisis reduksi dihidrobiopterin

  • oleh NADPH

  • II. Mengkatalisis reduksi O2 H2O

  • Mengkatalisis reduksi

  • Fenilalanin  tirosin





Cara nitrogen dikeluarkan dr asam amino serta diubah menjadi urea, dan permasalahan medis yg terjadi bila terdapat gangguan pd reaksi ini.

  • Cara nitrogen dikeluarkan dr asam amino serta diubah menjadi urea, dan permasalahan medis yg terjadi bila terdapat gangguan pd reaksi ini.

  • Makna biomedis yg penting

  • Amonia mrp senyawa yg toksik bg manusia  mekanisme belum diketahui.

  • Tubuh membuang amonia dgn mengubahnya menjadi senyawa non toksik yi urea melalui siklus urea.

  • Gangguan

  • 1. gangguan faal hati  Amonia tertumpuk di darah  gejala klinik

  • - Sirosis hepatis yg masif

  • - hepatitis berat

  • 2. Bayi yg lahir dgn defisiensi aktivitas salah satu enzim pd siklus urea.



Keseimbangan Nitrogen

  • Keseimbangan Nitrogen

  • Perbedaan antara total masukan nitrogen dan total kehilangan nitrogen

    • 1. Keseimbangan nitrogen +
    • Konsumsi N > diekskresikan
    • Misal : Anak yg sedang tumbuh
  • Bumil

  • 2. Keseimbangan nitrogen

    • Manusia dewasa, masukan N mengimbangi pengeluaran melalui feces dan urin.
  • 3. Keseimbangan nitrogen negatif

    • - Pasien pasca bedah
  • - Penyakit kanker stadium lanjut.

  • - Konsumsi nitrogen dlm jumlah tidak memadai (kwashiorkor)

  • - Konsumsi makanan dgn protein bermutu rendah.



Proses pd sel hidup terus menerus akan diperbarui melalui proses pertukaran protein :

  • Proses pd sel hidup terus menerus akan diperbarui melalui proses pertukaran protein :

  • - sintesa

  • - penguraian protein dan asam amino

  • Hubungan kualitatif untuk proses pertukaran protein & a.amino



Asam Amino

  • Asam Amino

  • Nitrogen

  • Amonia Asam urat Urea

  •   

  • Amino telik Urikotelik ureotelik

  •   

  • Hewan air : burung hewan darat

  • Ikan teleostean manusia









Hub. Siklus krebs dgn siklus urea

  • Hub. Siklus krebs dgn siklus urea

  • Arginosuksinat →arginin +fumarat

  • Fumarat Malat oksaloasetat

  • Fumarase malat DH ase

  • Oksaloasetat Aspartat

  • transaminasi



1 mol amonium

  • 1 mol amonium

  • 1 mol C02.

  • amino nitrogen pada aspartat

  • 3 mol ATP

  • 5 enzim

  • Asam amino

  • - N Asetil Glutamat  pengaktif enzim

  • - Sitrulin

  • - Aspartat

  • - Argino suksinat

  • - Arginin

  • - Ornitin



KELN METABOLISME PD SIKLUS UREA

  • KELN METABOLISME PD SIKLUS UREA

  • GK : Muntah 2 pd bayi.

  • Mual thd mkn berprotein tinggi

  • Ataksia intermiten

  • Iritabilitas

  • Letargia

  • Retardasi mental

  • Penata Laksanaan

  • Diet rendah protein.

  • Makanan sedikit2 tp sering



1. Hiperamonia Tipe I.

  • 1. Hiperamonia Tipe I.

  • - Def. Karbamoil Fosfat Sintetase

  • - Keln. Familial

  • 2. Hiperamonemia tipe II

  • - Def. Ornitin transkarbomoilase

  • - Kenaikan kadar glutamin dlm darah, LCS, urin krn glutamin sintetase meningkat

  • 3. Sitrulinemia

  • - Sitrulinemia banyak diekskresi ke urin

  • (1-2 gram /hr)  >> Plasma, LCS

  • - Def. Arginosuksinat sintetase



4. Asiduria Arginosuksinat

  • 4. Asiduria Arginosuksinat

  • - GK : Arginosuksinat tinggi di drh, LCS, urin.

  • Rambut rapuh & beruntai (trikoreksis nodusa)

  • - Def : Arginosuksinase

  • - Enzim ini trdpt di sel2 fibroblas kulit, otak, hati, ginjal & eritrosit

  • 5. Hiper argininemia

  • - Arginin meningkat di darah, LCS

  • - Enzim arginase eritrosit yg rendah







Reaksi deamidasi asparagin menghasilkan aspartat, yg mengalami transaminasi shg membentuk oksaloasetat.

  • Reaksi deamidasi asparagin menghasilkan aspartat, yg mengalami transaminasi shg membentuk oksaloasetat.

  • Kelainan metabolisme –

  • Reaksi deamidasi glutamin menjadiglutamat yang mengalami transaminasi   ketoglutarat

  • Kelainan metabolisme –



Keseluruhan lima atom karbon prolin membentuk

  • Keseluruhan lima atom karbon prolin membentuk

  •  ketoglutarat

  • Keln :- Outosomal resesif :

  • Hiperprolinemia I & II

  • -Arginin : Hiperargininemia



Katabolisme histidin

  • Katabolisme histidin

  • menjadi  ketoglutarat



Penderita def. asam folat  seny. FIGLU di ekskresikan ke urin

  • Penderita def. asam folat  seny. FIGLU di ekskresikan ke urin

  • Dx : Penderita & histidin  Figlu di urin

  • a. Histidinemia

  • GK : RM, bicara cacat

  • :  histidin di darah & urin

  •  Imidazol piruvat

  • b. Asiduria Urokanat 

  •  ekskresi urokanat o.k. keln E. urokanase



ASAM AMINO MEMBENTUK PIRUVAT

  • ASAM AMINO MEMBENTUK PIRUVAT

  • l-TREONIN

  • GLISIN

  • SERIN L- SISTIN

  • L-ALANIN PIRUVAT SISTEIN

  • ASETIL-KoA



GLISIN

  • GLISIN

  • Reaksi katabolisme serin menjadi glisin dan glisin menjadi serin oleh Hidroksi metil transferase

  • Lintasan utama katabolisme glisin pada vertebra :

  • Konversi : CO2, NH4 + dan N5 N10 metilentetrahidrofolat yang dikatalisis oleh komplek glisin sintase di mitokondria



GLISINURIA

  • GLISINURIA

  • - langka

  • - Exkresi glisin >> di urin  batu ginjal oksalat

  • - Akibat ggn reabsorbsi dlm tub. Renal

  • HIPEROKSALURIA PRIMER

  • - Ekskresi oksalat  di urin tdk sesuai oksalat makanan.

  • - GK : - Urolitiasis kalsium oksalat bilateral yang progresif

  • - Nefrolitiasis

  • - ISK

  • - Gagal ginjal

  • - Hipertensi

  • Glisin  glioksilat  oksalat



SERIN.

  • SERIN.

  • SERIN  Glisin

  • Konversi serin menjadi piruvat melalui serin dehidratase, yaitu protein piridoksal fosfat meliputi pengeluaran air & kehilangan sifat hidrolitik pada amonia ( hati tikus )



  • Gambar 5.7 : Katabolisme sistein melalui lintasan oksidatif langsung dan transaminasi



Katabolisme sistein melalui lintasan oksidatif langsung dan transaminasi

  • Katabolisme sistein melalui lintasan oksidatif langsung dan transaminasi

  • Kelainan klinik meliputi

  • i. Merkaptolaktat sistein disulfiduria

  • ditemukan banyak 3 merkaptolaktat di urine

  • ii. Sistinuria (sistin –lisinuria)

  • kelainan bawaan, ekskresi sistin urine (20-30 kali normal)

  • Ekskresi : lisin, arginin , ornitin meningkat disebut juga sistin lisinuria

  • Sistin relatif kurang larut sehingga mudah terjadi batu sistine

  • Kesan : cacat pada metabolisme reabsorbsi ginjal



iii. Sistinosis ( Cystine storage Disease)

  • iii. Sistinosis ( Cystine storage Disease)

  • - Merupakan kelainan bawaan

    • Kristal sistin bertumpuk dalam jaringan dan organ retikulo endothelial system (RES)
  • Pada umumnya disertai amino asiduria generalisata

  • Pada umumnya meninggal pada usia dini oleh karena GGA (gagal ginjal akuta)

  • iv. Homosistinuria

  • Cacat bawaan pada metabolisme metionin

  • 1 : 1. 660.000 kelahiran hidup

  • Kelainan pada sistationil sintase

  • Gejala klinik :

  • trombosis

          • osteoporosis
  • dislokasi lensa

  • Retadarsi mental

  • Bentuk homosistinuria ada 2 macam yaitu

      • homosistinuria yang bereaksi terhadap vitamin B6 dan
      • homosistinuria yang tidak bereaksi terhadap vitamin B6
  • Penata laksanaan penderita homositinuria ini dengan diet rendah metionil, diet tinggi sistein.



Katabolisme sistein melalui lintasan oksidatif langsung

  • Katabolisme sistein melalui lintasan oksidatif langsung

  • dan transaminasi



Asam amino Pembentuk Asetil Ko-A

  • Asam amino Pembentuk Asetil Ko-A

  • a. Kelainan metabolisme tirosin

  • i. Tirosinemia tipe I

  • Cacat pada : Fumariloasetoasetat hidrolase

  • Malailo asetoasetat hidrolase

  • Gejala klinik pada bayi yaitu diare, muntah-muntah berbau seperti kubis, tidak dapat tumbuh kembang. Biasanya bersifat akut yaitu meninggal pada usia 1-8 bulan. Tetapi dapat juga meninggal pada usia 10 bulan.

  • Terapi : Diet rendah tirosin dan fenilalanin

  • Diet rendah metionin



ii. Tirosinemia tipe II

  • ii. Tirosinemia tipe II

    • Kelainan tirosin transaminase hepatik
  • Gejala klinik : lesi pada mata, kulit

  • Retardasi mental sedang

  • Tirosin di urin meninggi

  • iii. Tirosinemia neonatus :

  • Defisiensi enzim hidroksil fenil piruvat hidroksilase

  • Laboratorium :

  • darah : tirosin, fenilalanin meninggi

  • Urin : meningginya tirosin hidroksifenil asetata, N asetil tirosin, tiramin



Defisiensi : Enzim homogentisat oksidase

  • Defisiensi : Enzim homogentisat oksidase

  • Homogentisat diekskresi ke dalam urine, sehingga ketika teroksidasi udara akan terbentuk pigmen berwarna hitam kecoklatan

  • Outosomal resesif, 2-5 % per 1juta kelahiran hidup

  • Gejala klinik :

  • okronosis ( pigmentasi menyeluruh pada jaringan ikat) oleh karena oksidasi homogentisat oleh polifenol oksidase sehingga terbentuk senyawa benzokuinon asetat yang akan mengadakan polimerasasi dan berikatan dengan makromolekul jaringan ikat

  • artritis.



b. Kelainan katabolisme fenilalanin menjadi tirosin

  • b. Kelainan katabolisme fenilalanin menjadi tirosin

  • Kelainan genetik yang ditandai kelainan metabolisme yaitu Hiperfenilalaninemia

  • * Tipe I (hiperfenilketonuria klasik , PKU)

  • Cacat pada fenilalanin hidroksilase

  • * tipe II-III : Cacat pada dehidrobiopterin reduktase

  • * tipe IV – V : Cacat biosintesa dehidrobiopterin



Gangguan metabolisme fenilalanin → tirosin

  • Gangguan metabolisme fenilalanin → tirosin

  • gangguan aktivitas enzim fenilalanin hidroksilase,

  • fenilalanin → tirosin

  • transaminase

  • fenil piruvat

  • Dh ase

  • Fenil asetat fenil laktat

  • Fenasetilglutamin



Jadi urin pndrt :

  • Jadi urin pndrt :

  • - asam fenilpiruvat→ IQ <<

  • - asam fenil laktat

  • - asam fenil asetat

  • TX : diet rendah fenilalanin.

  • Deteksi dini sulit ok bayi umur 3-4 hari diet protein 

  • bayi prematur terjd kelambatan matur enzim

  • diet terbatas sampai umur 3-6 tahun,

  • Gejala klinik PKU yaitu kejang, psikosis, eksema, kulit terang, rambut pirang,bau seperti tikus dan retardasi mental.

  • Frekfensi terjadinya PKU yaitu 1 : 10.000 kelahiran hidup.



c. Lisin

  • c. Lisin

  • i. Hiperlisinemia periodik dengan disertai hiperamonemia

    • konsumsi protein dlm jumlah normal terjadi hiperlisinemia
  • - Hiperamonemia terjadi akibat inhibisi kompetitif arginase hati oleh kenaikian kadar lisin jaringan

  • Terapi : dibatasi masukan lesin

  • ii. Hiperlisinemia persisten tanpa hiperamonia

    • autosomal resesif
    • Sedikit yang retardasi mental


  • Kelainan metabolisme triptofan : Penyakit hartnup

  • * Merupakan kelainan bawaan

  • * Gejala klinik : - ruam kulit mirip pelagra

  • - Ataksia serebelum intermiten

  • - Retardasi mental

  • * Laboratorium : urin : indol asetat dan triptofan meningkat



5. KATABOLISME METIONIN, ISOLEUSIN DAN VALIN MENJADI SUKSINIL- KoA

  • 5. KATABOLISME METIONIN, ISOLEUSIN DAN VALIN MENJADI SUKSINIL- KoA

  • - S

  • - CH3

  • - NH3

  • Metionin   ketobutirat

  • - CO2 -CO2

  • - As KoA

  • Isoleusin  Propionil KoA

  • + CO2

  • - CO2

  • Valin  metil malonil KoA

  •  Vit B12

  • Suksinil KoA



Kelainan pada metabolisme menjadi suksinil – KoA

  • Kelainan pada metabolisme menjadi suksinil – KoA

  • a. Asiduria metil malonat

  • Oleh karena defisiensi vitamin B 12.

  • Kelainan pada katabolisme metil malonil KoA mencerminkan kegagalan untuk mengubah vitamin B12 menjadi koenzimnya. Sehingga terjadi isomerasi metil malonil Ko A menjadi suksinil KoA

  • Ada 2 bentuk yaitu :

  • - bereaksi terhadap terapi vitamin B12 dosis farmakologis

  • - Bereaksi jika terapi vitamin B12 dalam dosis tinggi (1 gram / hari).



b. Asidemia propionat

  • b. Asidemia propionat

  • Defisiensi propionil KoA karboksilase

  • Diagnosa dengan propionat yang tinggi dalam serum

  • Terapi :- diet rendah protein

  • - Mengatasi asidosis metabolik



6. Kelainan metabolisme berkaitan dengan lintasan katabolisme bagi asam amino rantai BERCABANG

  • 6. Kelainan metabolisme berkaitan dengan lintasan katabolisme bagi asam amino rantai BERCABANG

  • a. Hipervalinemia

  • * langka, kenaikan urin pada plasma

  • * gangguan pada reaksi yang pertama, sehingga valin tidak dapat berubah menjadi  ketovalerat.



Valin Leusin Isoleusin

        • Valin Leusin Isoleusin
    • Trans   
    •   
    •  ketoisovalerat  ketoisokaproat ketometilvalerat
    • dekarb   
    •   
    • Isobutiril Isovaleril metil butiril
    • dehid   
    • metil krilil metilkrotonil tiglil KoA
    •   
    • suksinil  
    • Asetoasetat Aseti KoA
    • Asetil KoA Propionil KoA


5 - 10 perjuta kelahiran hidup

  • 5 - 10 perjuta kelahiran hidup

  • Bau urine seperti sirup maple ( bau gula hangus)

  • * Keaktifan enzim asam  ketodekarboksilase sedikit / tidak ada

  • * Mekanisme toksisitas belum diketahui

  • * Tampak pd akhir minggu 1 i.u smp akhir tahun pertama, pada umumnya meninggal

  • * Gejala klinik : bayi sukar disusui, muntah muntah dan letargis.

  • * Terapi : intake nya asam amino yang tidak mengandung valin, leusin dan isoleusin



  • gangguan reaksi 3 katabolisme leusin yaitu gangguan isovaleril Ko A dehidrogenase sehingga terjadi penumpukan isovaleril KoA yang dihidrolisis menjadi isovalerat dan diekskresi ke urine dan keringat.

  • Gejala klinik :

  • - Bau napas dan cairan tubuh “ bau keju “

  • - muntah-muntah

  • - asidosis dan koma









tirosin, O2 dan H4+ biopterin oleh enzim tirosin hidroksilade membentuk Dioksi fenilalanin (DOPA).

  • tirosin, O2 dan H4+ biopterin oleh enzim tirosin hidroksilade membentuk Dioksi fenilalanin (DOPA).

  • Dopa : zat antara dlm pembentukan melanin dalam melanosit dan noreineprin dalam sel-sel neuron.

  • Dopa oleh enzim dopa dekarboksilase yaitu suatu enzim yang tergantung pada piridokasal fosfat, membentuk dopamin. Dopamin, O2, Cu2+ dan vitamin C oleh hidroksilasi oleh enzim dopamin -oksidase menjadi norepinefrin (noradrenalin). Disini vitamin C sebagai donor hidrogen.

  • Di dalam medula adrenal, Norepinefrin dan S-adenosinmetionin oleh enzim Feniletanolamin-N- metil transferase menjadi Epinefrin (adrenalin). Adrenalin dan noradrenalin ini juga berfungsi sebagai hormon. Tirosin juga merupakan prekursor hormon tiroid triyodotironin dan tiroksin.



Serotonin : Vasokontriktor kuat

  • Serotonin : Vasokontriktor kuat

  • Perangsang otot polos

  • Triptofan oleh triptofan hidroksilase (H4 Biopterin ) dan O2 menjadi 5 hidroksi triptofan (5HT) . 1 % hidrosi triptofan mengalami dekarboksilasi menjadi serotonin (5 hidroksitriptamin).

  • Enzim 5 H Tatau dekarboksilase ditemukan di :

  • - ginjal (babi)

  • - Hati dan lambung manusia

  • Serotonin meningkat pd karsinoid maligna(argentifinoma) o.k pd penyakit ini 60 % triptofan →serotonin (N : 1 %)

  • Shg produksi asam nikotinat menurun

  • → pelagra

  • → keseimbangan nitrogen negatif



Glisin, Arginin dan Metionin membentuk Kreatin

  • Glisin, Arginin dan Metionin membentuk Kreatin



Kreatin : di otot, otak, darah,  urin .

  • Kreatin : di otot, otak, darah,  urin .

  • dlm bntk fosfokreatin or bebas.

  • Kreatinin : bentuk anhidra kreatin, sebagian besar dibuat dari dalam otot melaui proses dehidrasi non enzimatik kreatin fosfat yang irreversibel.

  • Ekskresi kreatinin dalam 24 jam konstan tiap hari sebanding dengan masa otot.



Senyawa amino butirat (GABA) dibentuk dari asam amino glutamat dan piridoksal fosfat melalui dekarboksilasi glutamat oleh enzim glutamat dekarboksilase.

  • Senyawa  amino butirat (GABA) dibentuk dari asam amino glutamat dan piridoksal fosfat melalui dekarboksilasi glutamat oleh enzim glutamat dekarboksilase.

  • Enzim ini terdapat dalam jaringan sistem saraf pusat terutama substansia grisea.

  • Senyawa GABA ( amino butirat) ini berfungsi sebagai neurotransmiter penghambat dengan mengubah perbedaan potensial transmembran





Histidin histamin

  • Histidin histamin

  • dekarboksilasi

  • Histamin dilepas waktu alergi, obat2an, bahan kimia

  • → Anafilaksis

  • Amin → pelebaran kapiler

  • Edema setempat

  • Vol daerah aliran darah 

  • Tekanan darah 

  • Antihistamin : struktur  histamin

  • halangi perubahan fisiologis

  • Contoh :difenhidramin, klorfeniramin



Ornitin dan metionin membentuk spermidin dan spermin.

  • Ornitin dan metionin membentuk spermidin dan spermin.

  • Ornitin oleh ornitin dekarboksilase menj putresin di+ adenosin metionin dekarboksilse oleh spermidin sintase menjadi spermin oleh spermin sintase menjadi spermin

  • Manusia mensintesa sekitar 0,5 mmol spermin per hari. Spermidin dan spermin bekerja pada proses fisiologis yang berhubungan dengan proses proliferasi dan pertumbuhan sel.



D. Ringkasan Biosintesa beberapa asam amino

  • D. Ringkasan Biosintesa beberapa asam amino






Download 479 b.

Do'stlaringiz bilan baham:




Ma'lumotlar bazasi mualliflik huquqi bilan himoyalangan ©fayllar.org 2020
ma'muriyatiga murojaat qiling