Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai oleh Barat


Download 2.19 Mb.
bet1/18
Sana10.01.2019
Hajmi2.19 Mb.
  1   2   3   4   5   6   7   8   9   ...   18



Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai oleh Barat

  • Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai oleh Barat

  • Globalisasi Informasi yang membawa visi dan misi

  • Sekularisme: Suatu paham yang memisahkan dunia dan akhirat, memisahkan kehidupan dunia dan kehidupan agama. Pengamalan agama adalah masalah pribadi



Liberalisme: faham freedom of choice (kebebasan memilih) yang meliputi freedom of worship (kebebasan dalam hal peribadatan), ownership (kepemilikan), politics (politik), and ekspression (berekspresi). Liberalisme ini juga melanda kepada keluarga, sehingga sangat sulit anggota keluarga diatur, dibimbing, disuruh beribadah dan lain-lain demi atas nama liberalisme

  • Liberalisme: faham freedom of choice (kebebasan memilih) yang meliputi freedom of worship (kebebasan dalam hal peribadatan), ownership (kepemilikan), politics (politik), and ekspression (berekspresi). Liberalisme ini juga melanda kepada keluarga, sehingga sangat sulit anggota keluarga diatur, dibimbing, disuruh beribadah dan lain-lain demi atas nama liberalisme



Hedonisme: kebahagiaan adalah kesenangan. Kesenangan itu berkat gerakan yang lemah gemulai, sedangkan rasa sakit berkat gerakan kasar. Kesenangan sesaat yang dinikmati itulah yang dihargai. Suatu perbuatan disebut baik sejauh dapat menyebabkan kesenangan dan memberi kenikmatan.

  • Hedonisme: kebahagiaan adalah kesenangan. Kesenangan itu berkat gerakan yang lemah gemulai, sedangkan rasa sakit berkat gerakan kasar. Kesenangan sesaat yang dinikmati itulah yang dihargai. Suatu perbuatan disebut baik sejauh dapat menyebabkan kesenangan dan memberi kenikmatan.



Krisis etika dan moral sebagai akibat dari kurang efektifnya proses sosialisasi atau internalisasi sikap-sikap dan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran atau akibat dipisahkannya urusan agama dan dunia.

  • Krisis etika dan moral sebagai akibat dari kurang efektifnya proses sosialisasi atau internalisasi sikap-sikap dan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran atau akibat dipisahkannya urusan agama dan dunia.

  • Terjadinya inefisiensi eksternal berupa tidak dipakainya keluaran pendidikan Islam pada pasar tenaga kerja. Kalaupun dipakai, pekerjaan itu berbeda dengan pendidikan yang diperoleh di bangku kuliah (missmatch).



Nilai-nilai Islam yang diberikan dalam lembaga pendidikan tidak sesuai dengan realitas sosial yang ada. Pembelajar menjadi bingung ketika nilai dan norma yang diterima di lembaga pendidikan sangat jauh berbeda dengan prilaku masyarakat.

  • Nilai-nilai Islam yang diberikan dalam lembaga pendidikan tidak sesuai dengan realitas sosial yang ada. Pembelajar menjadi bingung ketika nilai dan norma yang diterima di lembaga pendidikan sangat jauh berbeda dengan prilaku masyarakat.

  • Krisis keteladanan dari pemegang kendali dalam masyarakat, seperti orang tua, tokoh masyarakat, pemerintah, dan para guru.



Kurang sepadannya sistem penghargaan (reward system) masyarakat terhadap orang-orang yang mengamalkan ajaran agamanya.

  • Kurang sepadannya sistem penghargaan (reward system) masyarakat terhadap orang-orang yang mengamalkan ajaran agamanya.





Visi Pendidikan Nasional menurut UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas adalah:

  • Visi Pendidikan Nasional menurut UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas adalah:

  • Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah .

  • Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut,

  • Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan:

  • INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF

  • (Insan Kamil / Insan Paripurna)







Pengertian Filsafat : (1) berpikir bebas, (2) radikal, (3) sistimatis dan (4) menyeluruh tentang sesuatu termasuk pendidikan Islam.

  • Pengertian Filsafat : (1) berpikir bebas, (2) radikal, (3) sistimatis dan (4) menyeluruh tentang sesuatu termasuk pendidikan Islam.



Kata tarbiyah berasal dari tiga kata yaitu: (1) raba; (2) rabiya; dan (3) rabba. Kata raba - yarbu, dengan arti nama- yanmu, yang berarti bertambah; tumbuh menjadi besar. Kata rabiya – yarba, dengan wazan khafia-yakhfa, artinya naik, menjadi besar/dewasa, tumbuh, berkembang. Kata rabba- yarubbu, dengan arti: aslahahu (memperbaikinya), tawalla amrahu (mengurusi perkaranya, bertanggung jawab atasnya), sasahu (melatih; mengatur; memerintah), qama ’alaihi (menjaga, mengamati, membantu), ra’ahu (memelihara, memimpin).

  • Kata tarbiyah berasal dari tiga kata yaitu: (1) raba; (2) rabiya; dan (3) rabba. Kata raba - yarbu, dengan arti nama- yanmu, yang berarti bertambah; tumbuh menjadi besar. Kata rabiya – yarba, dengan wazan khafia-yakhfa, artinya naik, menjadi besar/dewasa, tumbuh, berkembang. Kata rabba- yarubbu, dengan arti: aslahahu (memperbaikinya), tawalla amrahu (mengurusi perkaranya, bertanggung jawab atasnya), sasahu (melatih; mengatur; memerintah), qama ’alaihi (menjaga, mengamati, membantu), ra’ahu (memelihara, memimpin).





Download 2.19 Mb.

Do'stlaringiz bilan baham:
  1   2   3   4   5   6   7   8   9   ...   18




Ma'lumotlar bazasi mualliflik huquqi bilan himoyalangan ©fayllar.org 2020
ma'muriyatiga murojaat qiling