Sir Earnest Satow dalam bukunya


Download 447 b.
Sana14.09.2018
Hajmi447 b.



Secara harfiah diplomasi berasal dari kata “diploma” (Yunani: sebuah kertas yang dilipat dua) yang didesain sebagai dokumen resmi Negara/ dokumen sejarah, sebuah sertifikat perundingan, kewenangan, dan semacamnya.

  • Secara harfiah diplomasi berasal dari kata “diploma” (Yunani: sebuah kertas yang dilipat dua) yang didesain sebagai dokumen resmi Negara/ dokumen sejarah, sebuah sertifikat perundingan, kewenangan, dan semacamnya.



Sir Earnest Satow dalam bukunya Guide to Diplomatic Practice, diplomasi adalah penerapan kepandaian dan taktik pada pelaksanaan hubungan resmi antara pemerintah negara-negara berdaulat.

  • Sir Earnest Satow dalam bukunya Guide to Diplomatic Practice, diplomasi adalah penerapan kepandaian dan taktik pada pelaksanaan hubungan resmi antara pemerintah negara-negara berdaulat.

  • Geoffrey McDermott: diplomasi adalah pertimbangan dalam manajemen hubungan internasional.

  • Diplomasi adalah seni yang mengedepankan kepentingan suatu negara melalui negosiasi dengan cara-cara damai apabila mungkin, dalam berhubungan dengan negara lain.



Berdasarkan definisi para ahli,

  • Berdasarkan definisi para ahli,

  • Pertama, jelas bahwa unsur pokok diplomasi adalah negosiasi.

  • Kedua, negosiasi dilakukan untuk mengedepankan kepentingan negara.

  • Ketiga, tindakan-tindakan diplomatik diambil untuk menjaga dan memajukan kepentingan nasional sejauh mungkin bisa dilaksanakan dengan sarana damai. Oleh karena itu pemeliharaan perdamaian tanpa merusak kepentingan nasional adalah tujuan utama diplomasi.



Diplomasi mencakup kegiatan kerja sama antar dua negara berdaulat;

  • Diplomasi mencakup kegiatan kerja sama antar dua negara berdaulat;

  • Kegiatan diplomasi adalah kegiatan yang mengatur hubungan resmi antar dua negara atau lebih;

  • Seni mengelola berbagai permasalahan dan melakukan perundingan antar bangsa dengan tanpa menimbulkan permusuhan;

  • Dalam hubungan kerja sama tersebut kedua negara atau lebih tersebut telah menunjuk wakil-wakilnya yang resmi;

  • Kegiatan yang bertujuan untuk meraih tujuan nasional dengan jalan damai, yaitu dengan melakukan perundingan-perundingan dengan negara-negara lain;



Wakil yang ditunjuk adalah perwakilan yang memiliki pengetahuan dan kecakapan yang cukup;

  • Wakil yang ditunjuk adalah perwakilan yang memiliki pengetahuan dan kecakapan yang cukup;

  • Wakil negara yang berkecimpung dalam kegiatan diplomasi tersebut adalah menteri luar negeri, dutabesar, konsul, dan sebagainya;

  • Kegiatan pengelolaan urusan-urusan negara di luar negeri yang dilakukan oleh wakil-wakilnya, antara lain oleh Dutabesar, Duta, Konsul dan sebagainya berdasarkan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Menteri Luar Negeri;

  • Pelaksanaan hubungan bisnis antar negara yang dilakukan secara damai.



S.L. Roysemua abdi negara yang bekerja di bidang hubungan diplomatik baik di dalam negeri maupun anggota kedutaan dan kantor perwakilan di Luar Negeri

  • S.L. Roysemua abdi negara yang bekerja di bidang hubungan diplomatik baik di dalam negeri maupun anggota kedutaan dan kantor perwakilan di Luar Negeri

  • Edward Heath A Diplomat is a man who thinks Twice before he says nothing

  • KBBIorang yg berkecimpung dalam bidang diplomasi menteri luar negeri, duta besar dan pejabat diplomat.



“Fungsi yang melekat pada seorang Dutabesar” - Jusuf Badri

  • “Fungsi yang melekat pada seorang Dutabesar” - Jusuf Badri

  • Mencakup tiga hal :

  • Negosiasi/Perundingan

  • Observasi

  • Perlindungan



Kautilya, ahli stategi politik di masa dinasti Mauryan di India, memaparkan ada empat motif diplomasi:

  • Kautilya, ahli stategi politik di masa dinasti Mauryan di India, memaparkan ada empat motif diplomasi:

  • Acquisition: tujuan diplomasi adalah untuk membuat hubungan dengan negara lain (hubungan diplomatik).

  • Preservation: tujuan diplomasi adalah untuk menjaga hubungan dengan negara lain

  • Augmentation: tujuan diplomasi adalah untuk memperluas hubungan diplomatik.

  • Proper distribution: tujuan diplomasi adalah harmoni, perdamaian.



1. Track I Diplomacy

  • 1. Track I Diplomacy

  • First track diplomacy melibatkan pemerintah dengan pemerintah (Goverment to Goverment), sifatnya rahasia dan biasanya digunakan untuk mengakhiri suatu konflik dan pertikaian.

  • First track diplomacy menekankan peran penting negara dalam mengadakan negosiasi menjaga dan memelihara perdamaian.

  • Metode: Insentif positif dan negative, mediasi, dukungan politik dan ekonomi



Track II Diplomacy/ Public Diplomacy

  • Track II Diplomacy/ Public Diplomacy

  • Diplomasi publik didefinisikan sebagai upaya mencapai kepentingan nasional suatu negara melalui understanding, informing, and influencing foreign audiences. Diplomasi publik lebih ditekankan pada government to people atau bahkan people to people relations.

  • Diplomasi Publik bertujuan untuk mencari teman di kalangan masyarakat negara lain, yang dapat memberikan kontribusi bagi upaya membangun hubungan baik dengan negara lain.



Ada empat prinsip utama dari instrumen diplomasi menurut Kautilya, yakni sama, dana, danda, dan bedha, maksudnya ialah perdamaian atau negosiasi, memberi hadiah atau konsensi, menciptakan perselisihan, mengancam atau menggunakan kekuatan nyata.

  • Ada empat prinsip utama dari instrumen diplomasi menurut Kautilya, yakni sama, dana, danda, dan bedha, maksudnya ialah perdamaian atau negosiasi, memberi hadiah atau konsensi, menciptakan perselisihan, mengancam atau menggunakan kekuatan nyata.



Jika berbicara mengenai tugas dari diplomasi sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari tugas para pelakunya maupun institusinya, terutama adalah para diplomat dengan perwakilan diplomatiknya yang berada di suatu negara sebagaimana yang tercantum dalam “konvensi Wina 1961 Mengenai Hubungan Diplomatik”.

  • Jika berbicara mengenai tugas dari diplomasi sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari tugas para pelakunya maupun institusinya, terutama adalah para diplomat dengan perwakilan diplomatiknya yang berada di suatu negara sebagaimana yang tercantum dalam “konvensi Wina 1961 Mengenai Hubungan Diplomatik”.



Diplomasi harus membentuk tujuan dalam rangka kekuatan yang sebenarnya untuk mencapai tujuan tersebut.

  • Diplomasi harus membentuk tujuan dalam rangka kekuatan yang sebenarnya untuk mencapai tujuan tersebut.

  • Suatu negara yang ingin menciptakan tujuan-tujuan yang belum dicapai haruslah berhadapan dengan suatu resiko untuk perang. Karena itu diperlukan suksesnya diplomasi untuk mencoba mendapatkan tujuannya tersebut sesuai dengan kekuatannya.



Disamping melakukan penilaian tentang tujuan-tujuannya dan kekuatannya sendiri, diplomasi juga harus mengadakan penilaian tujuan dan kekuatan dari negara-negara lainnya. Dalam hal ini, suatu negara haruslah menghadapi resiko akan terjadinya peperangan apabila diplomasi yang dilakukanya itu salah dalam menilai mengenai tujuan dan kekuatan dari negara-negara lain.

  • Disamping melakukan penilaian tentang tujuan-tujuannya dan kekuatannya sendiri, diplomasi juga harus mengadakan penilaian tujuan dan kekuatan dari negara-negara lainnya. Dalam hal ini, suatu negara haruslah menghadapi resiko akan terjadinya peperangan apabila diplomasi yang dilakukanya itu salah dalam menilai mengenai tujuan dan kekuatan dari negara-negara lain.

  • Diplomasi haruslah menentukan dalam hal apa perbedaan yang ada pada tujuan-tujuan itu dapat cocok satu sama lain. Diplomasi harus dilihat kepentingan negaranya sendiri dengan negara lain cocok. Jika jawabannya “tidak” maka harus dicari jalan keluar untuk merujukan kepentingan-kepentingan tersebut.

  • Diplomasi harus menggunakan cara-cara yang pantas dan sesuai seperti kompromi, bujukan bahkan kadang-kadang ancaman kekerasan untuk mencapai tujuan.







Sumber :

  • Sumber :

  • Roy, S.L. 1991. Diplomasi. Jakarta: Rajawali Pers.




Download 447 b.

Do'stlaringiz bilan baham:




Ma'lumotlar bazasi mualliflik huquqi bilan himoyalangan ©fayllar.org 2020
ma'muriyatiga murojaat qiling