Terkunci di dalam kamar membuatku mualaf


Download 19.85 Kb.
Sana21.03.2020
Hajmi19.85 Kb.

TERKUNCI DI DALAM KAMAR MEMBUATKU MUALAF
Tidak mudah untuk seseorang memutuskan mualaf. Seperti wanita asal Bekasi ini mualaf setelah mengalami kejadian unik yang membuatnya yakin untuk memeluk Islam. Nadia (nama disamarkan) merupakan seorang remaja perempuan yang bercerita mengenai kisah mualafnya.

Nadia mengaku masuk Islam ketika duduk di bangku SMA. Wanita berdarah Tionghoa ini lahir dari orangtua yang beragama Konghucu. Namun kedua orangtuanya meninggal saat ia masih kecil karena kecelakaan. Nadia pun diasuh oleh adik kandung sang ibunda.

Sebelum mualaf, anak bungsu dari tiga bersaudara itu bercerita kalau ia tumbuh dalam keluarga yang kurang religius. Maka dari itu, Nadia tak pernah diajak beribadah oleh orangtua angkatnya. Meski demikian, sesekali kakak kandung Nadia mengajak ia beribadah bersama-sama.

Kurangnya pengetahuan agama membuat Nadia merasa terombang-ambing. Sampai pada suatu saat ia mulai mengenal Islam di sekolahnya karena memilih untuk tetap berada di kelas saat pelajaran Agama Islam berlangsung. Nana mengatakan bahwa sekolahnya mengizinkan untuk siswi yang bukan Islam keluar kelas ketika pelajaran agama.

Sejak mengikuti pelajaran Agama Islam, Nadia mulai bimbang dengan keyakinannya sendiri. Ia pun banyak berdiskusi dengan siswi lainnya yang muslim. Nadia mengaku sudah ingin mualaf tapi masih ada keraguan menyelimutinya khawatir soal keluarga serta keyakinannya sendiri.

Keraguan terus terselip di hati Nadia hingga kejadian mati lampu yang akhirnya membuat ia yakin untuk mualaf. Mungkin terdengar aneh tapi itulah yang ia alami. Wanita asal Bekasi ini bercerita kalau rumah ibu angkatnya memang terkenal angker. Karena itu, ia tidak pernah berani sendirian di rumah. Namun suatu ketika, ada momen di mana ia 'terkurung' sendirian di kamar tanpa ada siapa pun di sisinya saat mati lampu.

Dalam keadaan takut sampai keringat dingin, Nadia ingat kata-kata guru Agama Islam. Gurunya mengajarkan kalau merasa takut akan sesuatu bacalah surat-surat pendek. Karena ia sudah hapal surat Al-Fatihah, An-Nas, dan Al-Falaq, Nadia mencoba mempraktekkannya. Di situlah hatinya terketuk dan akhirnya memutuskan untuk mualaf.

Setelah memutuskan untuk meminta bimbingan gurunya menjadi mualaf, Nadia pun mengaku kepada orangtua angkatnya. Ia mengatakan kalau orangtuanya tidak keberatan akan hal tersebut. Begitu pula dengan kedua kakak kandungnya yang menyerahkan semua keputusan kepada Nadia. Ia merasa lega hingga saat ini dan mengaku tak pernah menyesal setelah memutuskan mualaf.


Setelah menjadi seorang muslimah, Nadia pun mulai belajar perlahan menggunakan Jilbab layaknya muslimah pada umumnya yg ia pelajari melalui video tutorial Jilbab di Youtube. Perlahan tapi pasti, ia yakin ia bisa menjadi seorang muslimah sesungguhnya. Setelah mualaf, ia mendapatkan sebuah ketenangan yg tak pernah ia dapatkan sebelumnya. Ia ditemukan oleh keluarga baru seorang Ustadzah yang cukup terkenal di Indonesia, dan ia diangkat menjadi anak angkat oleh Ustadzah itu.
Ia diajarkan bagaimana beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Yg sesungguhnya agar ia bisa mendapatkan surga-Nya kelak. Setelah bertahun-tahun mondok di sebuah pesantren milik Ibu angkatnya tersebut, ia keluar dan mulai mempelajari dunia bisnis, dari berjualan jilbab syar’i hingga saat ini ia telah membuka toko Jilbab dengan berbagai cabangnya di Indonesia. Perjalanannya tak semulus yg kita kira. Karena dibalik kesuksesan yg ia dapati saat ini adalah buah hasil kesabaran, kelapangan dadanya, serta ia terus tawakal dan berikhtiar kepada allah.
Disuatu hari, ia dia tipu hingga milyaran juta rupiah oleh pelanggannya sendiri. Lalu secara bersamaan pun, kakak kandungnya yg mengalami kecelakaan dan meninggal dunia namun masih dalam umat konghucu. Ia takut, ia tak dapat menemui kakaknya di surga nantti. Ketakutan itu terus menghantuinya, namun sang Ibu angkatnya selalu berada di sampingnya dan terus mengajak Nadia untuk mengikuti kajian agar ia dapat terbuka dan kembali bersemangat menjalani kehidupan.
Hingga pada akhirnya, sampai saat ini, Nadia terus tumbuh menjadi seorang wanita yg sabar tanpa batas. Selain mengembangi bisnisnya, ia juga melanjutkan jejak sang Ibundanya untuk menyiarkan agama Islam di Indonesia. Ia di kenal sebagai wanita muda yg diidam-idamkan para lelaki. Bidadari surga, kata mereka.
Download 19.85 Kb.

Do'stlaringiz bilan baham:




Ma'lumotlar bazasi mualliflik huquqi bilan himoyalangan ©fayllar.org 2020
ma'muriyatiga murojaat qiling