Penulis: Eni Anjayani


Download 464 Kb.
Pdf просмотр
bet1/21
Sana13.09.2017
Hajmi464 Kb.
  1   2   3   4   5   6   7   8   9   ...   21
00 cover Geografi X.pdf

Tim Penyusun
Penulis:
Eni Anjayani
Tri Haryanto
Editor:
H.A. Sudibyakto
Sutikno
Ilustrator:
Suhardi
Sumadi
Arief S. Adham
Doly Eny Khalifah
Fitriah
Desainer kover:
Puguh Suprianto
GEOGRAFI Kelas X
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi oleh Undang-Undang
910.07
ENI ENI 
Anjayani
G
Geografi : Untuk Kelas X SMA/MA / Penulis Ani Anjayani, Tri Haryanto ;
Editor H. A. Sudibyakto, Sutikno ; Ilustrator Suhardi dkk
--  Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
vii, 234 hlm. : ilus. ; 29 cm.
Bibliografi : hlm. 234
Indeks 
ISBN 978-979-068-140-8 (nomor jilid lengkap)
ISBN 978-979-068-143-9
1. Geografi-Studi dan Pengajaran   I.  Judul  II. Tri Haryanto  III. H.A. Subiyakto
IV. Sutikno   VI. Suhardi 
Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009
Hak Cipta Buk u ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional
dari Penerbit PT. Cempaka Putih
Diperbanyak oleh ....
Ukuran Buku:
21 x 29,7 cm

 
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan 
karunia-Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada 
tahun 2008, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit 
untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan 
Pendidikan Nasional.
 
Buku  teks  pelajaran  ini  telah  dinilai  oleh  Badan  Standar  Nasional             
Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi 
syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan          
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2007.
 
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para 
penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada 
Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa 
dan guru di seluruh Indonesia.
 
Buku-buku  teks  pelajaran  yang  telah  dialihkan  hak  ciptanya  kepada          
Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down load), digandakan, 
dicetak,  dialihmediakan,  atau  difotokopi  oleh  masyarakat.  Namun,  untuk          
penggandaan  yang  bersifat  komersial  harga  penjualannya  harus  memenuhi           
ketentuan  yang  ditetapkan  oleh  Pemerintah.  Diharapkan  bahwa  buku  teks          
pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh          
Indonesia  maupun  sekolah  Indonesia  yang  berada  di  luar  negeri  dapat                   
memanfaatkan sumber belajar ini.
 
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para 
siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. 
Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena 
itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.
       Jakarta
Februari 
2009
       Kepala 
Pusat 
Perbukuan 

iv       GEOGRAFI Kelas X
Menguak Misteri Alam dengan Geografi . . .
Manusia hidup tidak pernah bisa lepas dari alam. Dari kekayaan alam, kebutuhan
manusia terpenuhi. Akan tetapi, melalui alam juga, manusia disadarkan bahwa
bencana bisa terjadi kapan saja. Sebut saja gempa bumi, tsunami, letusan gunung
berapi, dan sebagainya. Kepanikan saja tidak akan mengatasinya. Apa yang seharusnya,
kita lakukan? Inilah saatnya kita memahami keseimbangan geografis. Di setiap sudut
wilayah di Bumi, potensi baik dan buruk alam pasti ada. Begitu juga dengan alam
Indonesia. Selain memiliki kekayaan yang melimpah, batas Ring of Fire maupun Ring
of Disaster mengepungnya. Bencana yang terjadi seharusnya menjadi pelajaran yang
berharga. Kedua kombinasi kekayaan dan bahaya bisa dipahami dengan lebih baik
melalui geografi.
Belajar geografi merupakan langkah yang tepat untuk memahami alam beserta
isinya. Tujuannya untuk memperoleh jawaban atas fenomena alam, pola distribusi
spasial dan ekologisnya, serta menemukan keterkaitannya dengan eksistensi diri
manusia baik pada lingkup lokal maupun global. Dengan demikian, belajar geografi
tidak hanya sekadar menghafal deretan nama tempat, objek geografi, negara dengan
ibu kota-ibu kotanya. Tujuan lebih dalam pun  kini menjadi tantangan bagimu. Apa
yang telah kamu pahami tentang lingkungan dan proses yang terkait diharapkan akan
memberimu kecakapan hidup (life skills) di kondisi alam seperti apa pun. Pada
akhirnya, kearifan, tanggung jawab, dan kepedulianmu dalam memanfaatkan
lingkungan serta toleransi terhadap keberagaman budaya masyarakat sangat
diharapkan. Inilah tantangan dan kompetensi yang harus kamu capai.
Buku yang sekarang kamu baca ini, akan menjadi petunjukmu untuk mencapai
tujuan di atas. Dengan pendekatan kontekstual, kamu akan diajak menengok
lingkunganmu lebih dekat setelah memahami berbagai konsep geografi. Dengan begitu,
kamu akan memahami betul potensi-potensi lokal yang bisa dikembangkan dan
menemukan ancaman bahaya yang harus dihadapi serta langkah tepat guna
meminimalkan dampak buruk. Dengan local knowledge ini, kamu akan lebih mudah
membaca dan menemukan potensi global yang mendukung kehidupan manusia, juga
ancaman massal yang suatu saat bisa saja mengusik kehidupan manusia. Inilah buku
geografi yang membumi. Bahasa yang digunakan sengaja dikemas dengan interaktif
dan bersahabat agar tidak membuatmu merasa digurui dan bosan. Kegiatan-kegiatan
disajikan secara integratif, mengasah keaktifan, kreativitas, kemampuan, dan
kepedulianmu terhadap lingkungan. Akhirnya, kamu tidak perlu khawatir lagi meski
berada di dalam Ring of Disaster. Selamat belajar!
Klaten, Mei 2007
Penyusun

Daftar  Isi                v
Kata sambutan, iii 
Kata Pengantar, iv
Daftar Isi, v
Tentang Buku Ini, vi
Kata Pengantar, vi
Bab I
Konsep Geografi, 1
A. Sejarah Geografi, 3
B. Konsep Geografi Menurut
Beberapa Ahli, 4
C. Paradigma Geografi, 9
Bab II
Pendekatan dan Prinsip Geografi, 13
A. Pendekatan Geografi, 15
B. Prinsip Geografi, 19
C. Metode Penelitian Geografi, 19
Bab III
Ragam Aspek Geografi, 23
A. Aspek dan Ruang Lingkup
Geografi, 25
B. Objek Studi Geografi, 28
C. Struktur Geografi, 30
Latihan Ulangan Blok, 35
Bab IV
Tata Surya dan Jagat Raya, 39
A. Jagat Raya, 41
B. Galaksi dalam Jagat Raya, 43
C. Tata Surya, 46
Bab V
Sejarah Bumi, 59
A. Proses Terbentuknya Bumi, 61
B. Karakteristik Perlapisan
Bumi, 62
C. Teori Lempeng Tektonik, 64
D. Dinamika Muka Bumi, 67
Latihan Ulangan Blok, 71
Latihan Ulangan Semester, 75
Bab VI
Litosfer dan Pedosfer, 79
A. Litosfer, 81
B. Bentuk Muka Bumi Akibat
Tenaga Endogen, 84
C. Tenaga Eksogen dan
Peranannya, 104
D. Pedosfer, 116
E.
Erosi dan Kerusakan Tanah,
128
Bab VII
Atmosfer, 141
A. Lapisan-Lapisan Atmosfer, 143
B. Unsur-Unsur Cuaca dan
Iklim, 146
C. Persebaran Curah Hujan di
Indonesia, 167
D. Klasifikasi Iklim, 169
E.
El Nino dan La Nina, 175
Bab VIII Hidrosfer, 181
A. Siklus Hidrologi, 183
B. Perairan Darat, 185
C. Perairan Laut, 200
Latihan Ulangan Blok, 219
Latihan Ulangan Kenaikan Kelas, 223
Glosarium, 228
Indeks, 231
Daftar Pustaka, 234

vi         GEOGRAFI Kelas X

Tentang Buku Ini        vii

1
Konsep Geografi
Sebagai makhluk hidup yang men-
diami muka Bumi, saya menyadari
bahwa hidup saya banyak dipengaruhi
oleh keadaan alam. Jadi, sudah
selayaknya saya harus mengenali sifat
dan gejala yang terjadi di permukaan
Bumi. Salah satunya adalah dengan
belajar geografi. Sebagai langkah
awal saya akan mempelajari konsep
geografi.
Saya akan mencari tahu sejarah
perkembangan ilmu Geografi melalui
berbagai sumber, seperti buku dan
internet.
Saya akan menemukan berbagai
konsep geografi melalui berbagai
sumber.
Dengan memahami konsep geografi,
saya mempunyai bekal untuk mem-
pelajari geografi lebih dalam dan
mengikuti perkembangan dunia
kegeografian.

2
GEOGRAFI Kelas X
Orang bilang Indonesia negeri yang indah. Benarkah? Kita bisa
hidup dari alam Indonesia. Memang semua manusia yang hidup di
Bumi menggantungkan hidup pada alam. Namun, ketika hidup kita
tersentak oleh sebuah tragedi, akankah kita memikirkan Bumi?
Mungkin sesaat setelah itu kita seperti berlomba-lomba menguak
penyebab bencana. Tetapi apa yang terjadi setelah waktu berlalu?
Sering kita terlupa bahwa bencana bisa datang kapan saja.
Terlepas dari bencana yang ditimbulkannya, Bumi adalah satu-
satunya planet tempat kita hidup dan mencari penghidupan. Karena
itulah, kita wajib menjaganya dari kerusakan. Apa jadinya jika Bumi
ini tidak layak lagi untuk tempat hidup? Mau ke mana kita? Coba
pikirkan.
Bijaksanakah kita yang selama ini menggantungkan hidup di Bumi,
tetapi tidak pernah mempelajarinya? Tentu kamu tidak ingin dicap
sebagai orang yang tidak bijaksana, bukan? Tidak hanya itu saja
alasanmu mengapa harus mempelajari Bumi. Dengan mempelajari
Bumi, kamu akan mendapat banyak manfaat. Karena itu, mulai saat
ini pelajarilah Bumi melalui geografi. Apa sih sebenarnya geografi itu?
Berbagai fenomena geografi yang terjadi di muka Bumi.
Sumber:  www.suarapublik.org

3
Konsep Geografi
Apakah geografi itu? Dari pengalaman belajar yang telah kamu
peroleh ketika duduk di bangku sekolah dasar maupun sekolah
menengah pertama mungkin kamu bisa menjawabnya. Mungkin kamu
mempunyai kesimpulan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari
tempat-tempat di dunia, negara-negara di dunia, cara membuat peta,
atau cara menyajikan data. Kesimpulanmu tidak salah, tetapi masih
kurang tepat. Jadi, apa sebenarnya geografi itu? Sebelum menjawab
pertanyaan itu, coba amati lagi gambar di depan.
Ketika menyaksikan fenomena alam seperti gempa dan tsunami,
terlintaskah di benakmu mengapa itu terjadi? Bagaimana proses
terjadinya sehingga orang-orang tidak bisa menyelamatkan diri?
Kerusakan apa sajakah yang timbul akibat bencana itu? Langkah apa
saja yang harus dilakukan agar selamat dari bencana itu? Nah, jika
kamu telah memikirkan hal-hal tersebut, berarti kamu telah melakukan
langkah awal sebagai calon geograf. Dengan belajar geografi, kamu akan
mempunyai keterampilan menghadapi alam.
Dari uraian di atas, cobalah membuat kesimpulan tentang apa
sebenarnya geografi itu. Nah, untuk lebih memahami geografi, kamu
bisa mulai mempelajari bagaimana sejarah geografi dan perkembangan
konsep-konsep geografi. Marilah kita mulai.
A. Sejarah Geografi
Pengetahuan tentang geografi sebenarnya sudah lama dikenal
manusia sejalan dengan perkembangan peradaban manusia. Peradaban
manusia berkembang karena manusia berusaha melangsungkan
hidupnya dengan memanfaatkan potensi lingkungan alam yang ada.
Meskipun demikian, kadang lingkungan alam membatasi manusia
dalam berusaha. Interaksi lingkungan manusia dengan lingkungan
alam merupakan bagian penting yang dipelajari dalam geografi.
Kegiatan manusia yang banyak berhubungan dengan lingkungan
alam menciptakan sebuah hubungan. Hubungan ini terjadi didorong
oleh keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Banyak
kebutuhan manusia dipenuhi oleh lingkungan alam sekitar. Air yang
diminum, udara yang dihirup, pangan yang dimakan, dan tempat
tinggal yang dibangun manusia diperoleh dari alam.
Permukaan Bumi mempunyai beragam raut muka yang menyebabkan
perbedaan kondisi alam hingga potensi yang ada di dalamnya. Perbedaan
ini mendorong manusia mencari kebutuhan yang tidak bisa terpenuhi dari
alam di dekatnya. Manusia berpindah untuk menemukan lokasi yang
menyediakan apa yang tidak ada di asalnya. Perjalanan membuahkan
sebuah catatan deskriptif tentang suatu lokasi. Sejak itu, geografi mulai
berkembang. Banyaknya lokasi yang ia temui dengan berbagai karakter
membuat manusia mulai bisa membedakan dan mengelompokkan lokasi.
Pengertian geografi pun mulai berkembang, bukan lagi sekadar catatan
tentang Bumi tetapi berkembang menjadi ilmu pengetahuan tersendiri yang
memiliki  objek studi, prinsip, ruang lingkup, serta konsep tersendiri. Sampai
saat ini geografi masih terus berkembang.
geografi, sejarah, konsep,
lokasi, keruangan, wilayah,
interaksi

4
GEOGRAFI Kelas X
Kebutuhan manusia tidak semuanya dapat dipenuhi di daerahnya
sendiri, sehingga manusia harus melakukan usaha ke tempat lain untuk
mencukupinya. Dengan demikian, perjalanan ke tempat lain telah
memperluas pengalaman dan pengetahuan manusia tentang wilayah
di Bumi. Pengalaman dan pengetahuan selama perjalanan ke daerah
lain itu merupakan catatan penting yang dapat disajikan dalam bentuk
peta serta tulisan-tulisan yang bersifat ”geografi”. Jadi, jelaslah bahwa
pengetahuan geografi telah ada sejak manusia melakukan interaksi
dengan lingkungan alam.
Itulah awal mula perkembangan pengetahuan geografi. Paparan
di atas sedikit banyak telah memberi gambaran kepadamu tentang
dasar-dasar pemikiran geografi. Ya, pada awalnya geografi berkembang
sebagai ilmu pengetahuan yang deskriptif. Pada masa itu (abad XVIII)
geografi hanya sebatas mendeskripsikan keadaan dan fakta yang
ditemukan di muka Bumi. Kegiatan yang dilakukan dalam lingkup
geografi antara lain mengumpulkan dan menerangkan informasi
tentang lingkungan geografi. Informasi tersebut seperti keadaan politik,
topografi, iklim, industri, dan kota-kota besar. Masa ini dikenal dengan
masa geografi klasik.
Seiring waktu, geografi mengalami perkembangan. Abad XIX,
geografi mengalami perkembangan dari segi keilmuan. Dari sekadar
mendeskripsikan, mulai berubah menjadi ilmu yang menerangkan
secara sistematis. Hingga pada pertengahan abad XIX studi geografi
mulai mengarah pada perbandingan data geografis dan karakteristik
berbagai wilayah di dunia, yang kemudian dikenal dengan Comparative
Geography. Perbandingan kesamaan dan perbedaan yang terdapat pada
tiap negara mulai dilakukan. Salah satu tokohnya adalah Karl Ritter.
Nah, kamu akan mengerti apa yang disampaikan oleh tokoh ini pada
subbab berikutnya. Kemudian, Comparative Geography mulai
berkembang menjadi geografi umum dan geografi spesialis. Inilah
gambaran geografi pertengahan.
Sesudah Perang Dunia II, geografi mengalami perkembangan yang
cukup pesat atau bisa dikatakan mengalami modernisasi. Compara-
tive Geography diwarisi oleh geograf Inggris dan Amerika, kemudian
berkembang menjadi Global Geography, di mana seluruh dunia men-
jadi objek penyelidikannya. Kondisi ini terjadi di pertengahan abad XX
dan dikenal dengan era geografi modern.
Nah, itulah gambaran singkat sejarah perkembangan geografi. Di
tiap masa tersebut beberapa konsep geografi dikemukakan oleh para
geograf. Berikut geograf dan konsepnya.
B.
Konsep Geografi Menurut Beberapa
Ahli
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, konsep geografi telah
ada sejak zaman dahulu. Bangsa Yunani Kuno telah berusaha
mendokumentasikan berbagai macam keterangan yang berkaitan
dengan geografi. Geograf pertama pada masa itu adalah Thales (640–
546 SM). Ia telah menyibukkan diri dengan berbagai penelitian dan
menggali informasi geografi dengan melakukan perjalanan ke berbagai
tempat.
Kamu bisa mengikuti perkem-
bangan geografi dengan
membuka salah satu situs
populer pengetahuan geografi
di  www.geografiana.com.
Sumber:  www.wmcarey.edu
Gambar 1.1 Thales

5
Konsep Geografi
Langkah Thales diikuti oleh geograf Yunani lainnya. Di antaranya
adalah Herodotus (485–425 SM) yang membuat laporan geografi sekitar
wilayah Timur Tengah, Phytheas  yang melakukan pengukuran jarak
Matahari terhadap Bumi, dan yang paling fenomenal adalah
Eratosthenes (276–194 SM), karena mampu menghitung keliling Bumi
hanya berselisih kurang dari 1% keliling sebenarnya.
Sumber:  www.livius.org
Eratosthenes
Eratosthenes (276–194 SM), seorang
ilmuwan Yunani memperkenalkan pengertian
geografi dalam bukunya yang berjudul
”Geographica”. Dalam buku yang terdiri atas
tiga jilid itu, ia menulis tentang gambaran
permukaan Bumi, sejarah, dan konsep
utama geografi. Eratosthenes berpendapat
bahwa Bumi berbentuk bulat. Ia telah dapat
melakukan penghitungan keliling Bumi
hanya berselisih kurang dari 1% keliling
sebenarnya. Keliling Bumi sebenarnya
adalah 24.875 mil, sedangkan hasil per-
hitungan Eratosthenes adalah 24.650 mil.
Geograf-geograf Yunani tersebut merupakan pelopor geografi dunia.
Setelah beberapa abad kemudian muncullah konsep geografi yang
dikemukakan para ahli berikut ini.
1. Bernard Varen (1622–1650)
Bernard Varen atau lebih dikenal dengan Varenius
adalah seorang geograf asal Jerman. Anehnya, dia adalah
lulusan Ilmu Kedokteran Universitas Leiden, Belanda.
Dalam bukunya, Geographia Generalis, ia mengatakan
bahwa geografi adalah campuran dari matematika yang
membahas kondisi Bumi beserta bagian-bagiannya juga
tentang benda-benda langit lainnya.
Dalam buku itu juga, Varenius membagi geografi
menjadi dua, yaitu:
a.
Geografi Umum
Bagian ini membahas karakteristik Bumi secara umum,
tidak tergantung oleh keadaan suatu wilayah. Menurut
gagasan Varenius, geografi umum mencakup tiga bagian,
yaitu:
1) Terestrial, merupakan pengetahuan tentang Bumi secara kese-
luruhan, bentuk, dan ukurannya.
2) Astronomis, membicarakan hubungan Bumi dengan bintang-
bintang yang merupakan cikal bakal ilmu Kosmografi.
3) Komparatif, menyajikan deskripsi lengkap mengenai Bumi,
letak, dan tempat-tempat di permukaan Bumi.
b. Geografi Khusus
Bagian ini mendeskripsikan tentang wilayah tertentu menyangkut
wilayah luas maupun sempit. Bagian ini terdiri atas tiga aspek,
yaitu:
Sumber:  www.flc.kyushu-u.ac.jp
Gambar 1.2 Bernard Varen (Varenius)

6
GEOGRAFI Kelas X
1) Atmosferis yang secara khusus membicarakan iklim.
2) Litosferis yang secara khusus menelaah permukaan Bumi
meliputi relief, vegetasi, dan fauna dari berbagai negeri.
3) Manusia yang membicarakan keadaan penduduk, perniagaan,
dan pemerintahan dari berbagai negeri.
2. Immanuel Kant (1724–1821)
Selain sebagai seorang geograf, Kant juga seorang filsuf. Kant tertarik
pada geografi karena menurutnya ilmu itu dekat dengan filsafat. Semua
gagasan Kant tentang hakikat geografi dapat ditemukan dalam buku
Physische Geographie yang ditulisnya. Menurutnya, geografi adalah
ilmu yang objek studinya adalah benda-benda, hal-hal atau gejala-
gejala yang tersebar dalam wilayah di permukaan Bumi.
3. Alexander von Humboldt (1769–1859)
Pada mulanya Humboldt adalah seorang ahli botani. Ia tertarik geografi
ketika ia mulai mempelajari tentang batuan. Ia diakui sebagai peletak
dasar geografi fisik modern. Ia menyatakan geografi identik atau serupa
dengan geografi fisik. Ia menjelaskan bagaimana kaitan Bumi dengan
Matahari dan perilaku Bumi dalam ruang angkasa, gejala cuaca dan
iklim di dunia, tipe-tipe permukaan Bumi dan proses terjadinya, serta
hal-hal yang berkaitan dengan hidrosfer dan biosfer.
4. Karl Ritter (1779–1859)
Seperti halnya Humboldt, Ritter juga dianggap sebagai peletak dasar
geografi modern. Profesor geografi Universitas Berlin ini mengatakan
bahwa geografi merupakan suatu telaah tentang Bumi sebagai tempat
hidup manusia. Hal-hal yang menjadi objek studi geografi adalah
semua fenomena di permukaan Bumi, baik organik maupun anorganik
yang berkaitan dengan kehidupan manusia.
5. Friederich Ratzel (1844–1904)
Ratzel adalah guru besar geografi di Leipzig. Ia mengemukakan konsep
geografi dalam bukunya yang berjudul Politische Geographie. Konsep
itu diberi nama Lebensraum  yang artinya wilayah geografis sebagai
sarana bagi organisme untuk berkembang. Ia melihat suatu negara
cenderung meluaskan Lebensraum-nya sesuai kekuatan yang ia miliki.
6. Elsworth Huntington (1876–1947)
Huntington adalah geograf asal Amerika Serikat. Melalui bukunya yang
berjudul The Pulse of The Earth, ia memaparkan bahwa kelangsungan
hidup dan peradaban manusia sangat dipengaruhi oleh iklim. Atas
dasar teorinya itu, Huntington kemudian terkenal sebagai determinis
iklim (memandang iklim sebagai penentu kehidupan). Ia mengatakan,
geografi sebagai studi tentang fenomena permukaan Bumi beserta
penduduk yang menghuninya. Ia menjelaskan adanya hubungan
timbal balik antara gejala dan sifat-sifat permukaan Bumi dengan
penduduknya.
7. Paul Vidal de la Blache (1845–1918)
Vidal adalah geograf asal Prancis. Ia adalah pelopor posibilisme dalam
geografi.  Posibilisme (teori kemungkinan) muncul setelah Vidal
melakukan penelitian untuk membuktikan interaksi yang sangat erat
antara manusia dan lingkungan pada masyarakat agraris pramodern.
Sumber:  www.nl.wikipedia.org
Gambar 1.4 Alexander von
Humboldt
Sumber:  www.aeiou.at
Gambar 1.5 Karl Ritter
Sumber:  en.wikipedia.org
Gambar 1.6 Friederich Ratzel
Sumber:  www.jhu.edu
Gambar 1.3 Immanuel Kant

7
Konsep Geografi
Ia menegaskan bahwa lingkungan menawarkan sejumlah kemungkinan
(posibilities) kepada manusia untuk hidup dan berkembang. Atas dasar
itu, Vidal mengemukakan konsepnya yang disebut genre de vie atau
mode of live (cara hidup). Dalam konsep ini, geografi diartikan sebagai
ilmu yang mempelajari bagaimana proses produksi dilakukan manusia
terhadap kemungkinan yang ditawarkan oleh alam.



Do'stlaringiz bilan baham:
  1   2   3   4   5   6   7   8   9   ...   21


Ma'lumotlar bazasi mualliflik huquqi bilan himoyalangan ©fayllar.org 2019
ma'muriyatiga murojaat qiling